Homeschooling Untuk ABK, Ide Bagus?

By Derekoo Irfan Amanullah



Apa yang menahan orangtua untuk beralih ke homeschooling? PR makin banyak, murid susah fokus, orangtua ketambahan tugas di rumah, dan lain lain.

Untuk Anak Berkebutuhan Khusus, kalikan semua masalah tersebut 3-4 kali lipat.
Kenapa? Alasan utama kebanyakan orangtua anak berkebutuhan khusus menyekolahkan anaknya di sekolah reguler / inklusi, adalah faktor sosialisasi, mereka pengen anaknya berteman dan bermain bersama anak-anak seusianya, dan poin itu tidak didapatkan di beberapa bulan terakhir.

Jadi, apa alasan mereka untuk melanjutkan proses belajar mengajar dengan metode online ini di tahun ajaran baru?

Mari kita breakdown apa saja faktor plus dan minusnya program homeschooling, khususnya untuk ABK. Mengutip artikel di www.rumahinspirasi.com berikut beberapa kelebihan dari sistem homeschooling dibandingkan dengan pembelajaran di sekolah pada umumnya :
  • Customized, sesuai kebutuhan anak dan kondisi keluarga.
  • Lebih memberikan peluang untuk kemandirian dan kreativitas individual yang tidak didapatkan dalam model sekolah umum.
  • Memaksimalkan potensi anak sejak usia dini, tanpa harus mengikuti standar waktu yang ditetapkan di sekolah.
  • Lebih siap untuk terjun di dunia nyata (real world) karena proses pembelajarannya berdasarkan kegiatan sehari-hari yang ada di sekitarnya.
  • Kesesuaian pertumbuhan nilai-nilai anak dengan keluarga. Relatif terlindung dari paparan nilai dan pergaulan yang menyimpang (tawuran, drug, konsumerisme, pornografi, mencontek, dsb).
  • Kemampuan bergaul dengan orang tua dan yang berbeda umur (vertical socialization).
  • Biaya pendidikan dapat menyesuaikan dengan kemampuan orangtua 
Cukup banyak bukan kelebihannya? Meskipun demikian, homeschooling juga memiliki beberapa kelemahan, antara lain sebagai berikut :
  • Butuh komitmen dan keterlibatan tinggi dari orang tua
  • Sosialisasi seumur (peer-group socialization) relatif rendah. Anak relatif tidak terekspos dengan pergaulan yang heterogen secara sosial.
  • Ada resiko kurangnya kemampuan bekerja dalam tim (team work), organisasi, dan kepemimpinan.
  • Perlindungan orang tua dapat memberikan efek samping ketidakmampuan menyelesaikan situasi sosial dan masalah yang kompleks yang tidak terprediksi.

KESIMPULAN

Memilih program homeschooling untuk anak anda di tahun ajaran depan terlihat sebagai pilihan yang masuk akal, dengan minimnya kegiatan di sekolah dan berbagai fasilitas di dalamnya. Tapi pilihan tersebut datang dengan konsekuensi dan perubahan gaya hidup yang tidak sedikit. 

Kita akan menjadi aktor utama dalam proses pendidikan anak, artinya kita harus meluangkan waktu untuk belajar banyak, membagi tugas dengan tim pengajar (jika ada), menyusun jadwal belajar, dan menyusun materi sesuai modul kurikulum yang didapat dari lembaga PKBM yang ditunjuk.

Jadi, kembali ke pertanyaan utama, “apa homeschooling ide bagus untuk ABK?” dan jawabannya adalah TENTU SAJA, kalau anda mampu berkomitmen dengan perubahan-perubahan tersebut, dan alasan utama anda menyekolahkan anak anda adalah sosialisasi.

Tapi jika tidak, baiknya anda berpikir ulang. Minimal dengan terikat dengan sekolah, anak akan dibimbing untuk belajar sesuai dengan jadwal dan kurikulum yg ada, meskipun tidak 100% efektif.

SABRI LEARNING PROCESS menyediakan program homeschooling untuk anak berkebutuhan khusus, di Surabaya dan sekitarnya. Program ini meliputi pendampingan oleh shadow teacher satu kali setiap minggunya, observasi setiap bulan, dan evaluasi online dengan PKBM pusat di Bandung sekali setiap minggu. Hubungi kami untuk informasi dan pendaftaran.

Komentar

BACA TULISAN LAINNYA