New Normal untuk Shadow Teacher

By Derekoo Irfan Amanullah


Kemarin kita sudah bahas tentang bagaimana strategi new normal untuk sekolah, dan apa saja persiapannya dari sisi orangtua dan sekolah, dengan harapan anak akan lebih siap dan mudah dalam memahami konsep-konsep baru selama proses belajar mengajar berlangsung. Selanjutnya, bagi anak berkebutuhan khusus seorang shadow teacher berperan besar dalam memastikan konsep new normal terlaksana dengan baik, dari sudut pandang guru, abk sendiri, maupun dari lingkungannya. Oleh karena itu, di era baru pendidikan ini seorang shadow teacher harus bisa mempersiapkan diri sendiri, berikut 2 konsep dasar new normal untuk seorang shadow teacher.

Bagaimana Kesiapan Shadow Teacher

4 tahun yang lalu, guru-guru di suatu sekolah sempat mengibaratkan salah satu shadow teacher di sabri learning process dengan sebutan doraemon. Kak Yani namanya, dan alasan mereka menyebutnya seperti itu adalah karena Kak Yani di sehari-harinya sebagai shadow teacher selalu membawa alat dan media yang “ajaib”, tidak terduga, dan secara mengejutkan mampu menyelesaikan permasalahan muridnya pada saat itu.
Begitulah sepercik profile seorang shadow teacher di sabri learning process, kita selalu berusaha memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak tapi tetap menjaga ritme sekolah dengan baik.
Nah di era new normal ini, kita harus bisa tetap memberika pengalaman yang sama menyenangkannya, tapi tetap memenuhi standart kesehatan dan kebersihan diri sendiri dan murid sesuai kebutuhan. Bawalah peralatan-peralatan yang ringkas seperti masker kain dan masker cadangan, tisssue dan tissue basah, botol minum, vitamin C dan E, sendok ekstra, dll. Kita tidak hanya menjaga diri sendiri untuk tetap sehat, tapi juga harus bisa siap saat murid lupa bawa sendok, lupa bawa minum, dll.

Bagaimana Kesiapan Lingkungan Belajar

Akan ada momen saat anak berkebutuhan khusus suntuk dengan pelajaran, suntuk dengan perubahan ritual, suntuk dengan perilaku guru dan teman tertentu tanpa sengaja, dll. Biasanya, anak berkebutuhan khusus akan merespon level stres tersebut dengan berbagai perilaku, mulai dari babbling (meracau), berlari-lari, tantrum, sampai dengan melakukan tindakan impulsif lainnya seperti mendorong, memukul, dan memeluk orang tertentu. Sekarang, kita belum bisa membiarkan hal tersebut terjadi karena konsep new normal membatasi sentuhan kita dengan orang lain. Untuk momen-momen seperti itu, seorang shadow teacher harus siap dengan rencana cadangan yang berlapis-lapis. Siapkan ruangan tertentu untuk ananda melampiaskan emosinya, jaga jarak lebih ketat lagi antara ananda dengan orang lain, dan pengawasan yang lebih ketat lagi. Kerjasama dengan guru dan teman-teman sekelas ananda sangat krusial di level ini, pastikan setiap orang paham apa yang harus dilakukan saat ananda tantrum, supaya situasi dan kondisi bisa segera nyaman dan terkendali.

Kita harus bisa merangkul konsep new normal ini dengan pikiran positif dan antusiasme untuk maju, demi kita, demi mereka.

Komentar

BACA TULISAN LAINNYA